Friday, May 19, 2006

Diskusi Buku H2DA:Perspektif Orang Bukan Kehutanan Tentang Hutan


Bandung, 17 Mei-- Amat menarik dikatakan ditengah diskusi, bahwa buku Hidup Harmonis Dengan Alam (H2DA) merupakan buku cara pandang orang bukan kehutanan dalam memandang hutan. “Kita harus belajar, karena pesfektip kehutanan dan kebijakannya hari ini diwarnai dengan pengambilan kebijakan oleh rimbawan,” kata salah seorang peserta.

Diskusi dan bedah buku H2DA ke II, diadakan di Kampus Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti (Unwim). Letak kampus yang cukup luas ini ada di Jatinangor, 500 m dari kampus Universitas Panjajaran, Bandung. Ada sekitar 70 peserta yang hadir dengan antusias hingga akhir acara. Hadir pula Prof Sutrisno Hadi mantan Rektor Universitas Mulawarman, Samarinda, Bambang Sugianto, Dekan Fakultas Kehutanan Unwim, Ir. H.Wawan Ridwan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat (pembahas), KH. Tantowi Musaddad (pembahas), mahasiswa pasca sarjana dan beberapa kepala dinas kehutanan di Kabupaten Jawa Barat.

Diskusi ini berjalan dari jam 10 hingga pukul 13.30, sangat menarik dan intens mengenai perkembangan hutan di Indonesia, kasus-kasus lingkungan dan kearifan yang harus dilaksanakan dimasa yang akan datang. Saya mengatakan buku ini merupakan upaya pencerahan bagi masyarakat Indonesia yang kemudian bisa mempelajari secara mudah track record kekayaan alam dan peristiwa lingkungan yang pernah terjadi, kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki dan apa yang telah rakyat Bangsa Indonesia lakukan terhadap alam nusantara.

Terima kasih atas bantuan Dr. Hikmat Ramdan (Pudek I Unwim), serta Charles Chairudin Tambunan dan Iwan Aminuddin dari Masyarakat Sekitar Kehutanan (MSK) Foundation, dalam mensponsori diskusi buku ini. /fm

Diskusi dan Bedah Buku H2DA:Perspektif Orang Bukan Kehutanan Tentang Hutan



Bandung, 17 Mei-- Amat menarik dikatakan ditengah diskusi, bahwa buku Hidup Harmonis Dengan Alam (H2DA) merupakan buku cara pandang orang bukan kehutanan dalam memandang hutan. “Kita harus belajar, karena pesfektip kehutanan dan kebijakannya hari ini diwarnai dengan pengambilan kebijakan oleh rimbawan,” kata salah seorang peserta.

Diskusi dan bedah buku H2DA ke II, diadakan di Kampus Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti (Unwim). Letak kampus yang cukup luas ini ada di Jatinangor, 500 m dari kampus Universitas Panjajaran, Bandung. Ada sekitar 70 peserta yang hadir dengan antusias hingga akhir acara. Hadir pula Prof Sutrisno Hadi mantan Rektor Universitas Mulawarman, Samarinda, Bambang Sugianto, Dekan Fakultas Kehutanan Unwim, Ir. H.Wawan Ridwan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat (pembahas), KH. Tantowi Musaddad (pembahas), mahasiswa pasca sarjana dan beberapa kepala dinas kehutanan di Kabupaten Jawa Barat.

Diskusi ini berjalan dari jam 10 hingga pukul 13.30, sangat menarik dan intens mengenai perkembangan hutan di Indonesia, kasus-kasus lingkungan dan kearifan yang harus dilaksanakan dimasa yang akan datang. Saya mengatakan buku ini merupakan upaya pencerahan bagi masyarakat Indonesia yang kemudian bisa mempelajari secara mudah track record kekayaan alam dan peristiwa lingkungan yang pernah terjadi, kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki dan apa yang telah rakyat Bangsa Indonesia lakukan terhadap alam nusantara.

Terima kasih atas bantuan Dr. Hikmat Ramdan (Pudek I Unwim), serta Charles Chairudin Tambunan dan Iwan Aminuddin dari Masyarakat Sekitar Kehutanan (MSK) Foundation, dalam mensponsori diskusi buku ini. /fm