Showing posts with label islam and natural resources management. Show all posts
Showing posts with label islam and natural resources management. Show all posts

Thursday, March 06, 2014

Fatwa Satwa Langka: Kontribusi Islam dan Ulama kepada Dunia dan Planet Bumi

Kepunahan satwa langka, terutama yang bersifat sebagai spesies payung, seperti  harimau, orangutan, badak, penyu, gajah dan teman-temannya, dirasakan sudah sangat memprihatinkan. Maka, tahun ini, dengan penuh syukur kami bisa memfasilitasi kajian dan proses yang cukup panjang untuk menghasilkan kajian dan fasilitasi seningga muncul Fatwa MUI No 4, 2014, tentang Pelestarian Satwa Langka untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem  atau dalam bahasa Inggris diterjemahkan Protection of Endangered Species to Maintain the Balanced Ecosystem. SELANJUTNYA>>>

Monday, September 02, 2013

Kunjungan MUI ke Tesso Nilo dan Rimbang Baling

Perjalanan ke Riau dengan membawa tim Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), 30 Agustus -1 September 2013, dalam rangka kunjungan lapangan, membawa makna tersendiri. Terlebih ini merupakan kunjungan pertama kali bagi masing-masing individu tim fatwa MUI. Adapun tim Fatwa ini yang ikut serta adalah: Dr. Ma’rifat Iman, Prof Nahar Nachrowi, KH Nasir Zubaidi, Prof Amany Lubis dan Dr Hayu Prabowo (Ketua Pusat Pemuliaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam, MUI). Ini merupakan proses tabayyun (verifikasi) bagi tim fatwa tentang satwa dan habitatnya. SELANJUTNYA

Monday, July 08, 2013

Muzakarah Kesedaran Alam Sekitar di IKIM Malaysia

Institute kesefahaman Islam Malaysia (IKIM), mengundang saya untuk memaparkan tentang : Kurikulum Agama dalam Pendidikan dan Kesedaran Alam Sekitar: Pengalaman Indonesia, judul ini saya paparkan dalam “Kertas Kerja disampaikan pada  Muzakarah Pakar “Komuniti Islam Dalam Pendidikan dan Kesedaran Alam Sekitar” 2 Juli, 2013.  Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM), Malaysia. Perhatian ini  sekarang menjadi kajian dan daya tarik di Malaysia, karena mereka merasa masih harus menggiatkan keterlibatan masyarakat dengan melalui pendekatan agama Islam terutama di kampung pedesaan dan penanganan lingkungan. >>>

Friday, June 07, 2013

Mengapa Taman Nasional Perlu Diselamatkan?

Akhirnya Kementerian Kehutanan gencar membongkar vila –vila yang berdiri illegal di Taman Nasional Gunung Halimun dan Salak (Koran Tempo, 12 Maret 2013).  Adapun pemilik vila, yang terdiri dari para pembesar dan orang yang mampu di Jakarta. Mereka, terlebih dahulu diminta kesadaran untuk membongkar sendiri vila tersebut. Kalau tidak, dapat diancam hukuman penjara 10 tahun karena melanggar undang-undang Kehutanan No 41 Tahun 1999 dan undang undang  No 5/1990, tentang Konservasi dan Sumber Daya  Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Baca selanjutnya >>>

Sunday, May 12, 2013

Islam, Konservasi dan Budaya Minangkabau

Inilah sebuah laporan yang cukup obsesif dirancang pada mula dengan cita-cita ingin memperoleh gambaran interaksi Islam, adat dan pemanfaatan sumber daya alam di Sumatra Barat. Buku ini diterbitkan memuat beberapa hasil penelitian serta intervensi proyek yang dilakukan di Sumatra. Jangka penulisan buku ini memang tertunda selama lebih dari 1 tahun. Namun akhirnya terbit juga dengan judul:
 "Integrating religion within conservation: Islamic beliefs and Sumatran forest management"
pembahasan dalam buku ini merupakan merupakan uji antara teori, intervensi praktis gerakan lingkungan dan studi tentang budaya Minangkabau sendiri dengan sandi adat dan religiousitas yang kuat.
SELANJUTNYA >>>

Wednesday, March 14, 2012

Green Islam in Indonesia

Beberapa waktu yang lalu teman saya Professor Anna M Gade, Guru Besar di University of Wisconsin at Madison, USA, membuat rekaman kegiatan terkait aktifitas di beberapa pesantren lingkungan (ekopesantren) baik di Jawa Barat maupun Jawa Tengah.


"Islamic Ecology and Global Cooperation" (Indonesian and English) from Green Islam in Indonesia on Vimeo.
Menurutnya, beliau merekam 32 seri "Islam Hijau di Indonesia" yang membawa aroma positif kegiatan Islam dan lingkungan yang berasal dari tokoh-tokoh pesantren di tingkat akar rumput. Perbincangan saat video ini diluncukan juga sangat menarik ditayangkan oleh National Public Radio (NPR) di Wisconsin, USA.

Selanjutnya >>>>