Sunday, April 27, 2008

Gaya Hidup Ramah Lingkungan (baru ada 74)

  1. Jangan menggunakan listrik untuk penerangan atau peralatan kecuali jika anda benar-bnar sedang menggunakannya, jika tidakmenggunakannya matikanlah !
  2. Menggunakan lampu luorescent (neon) yang hemat energi.
  3. Pergunakan penerangan, pembangkit listrik, unit-unit pemanasbertenaga surya.4. Manfaatkan lebih banyak penerangan cahaya alam.
  4. Pergunakan ventilasi yang struktural untuk penyejuk ruangandaripada menggunakan Air Condition (AC)
  5. Pergunakan air dingin, bukan air panas.
  6. Pastikan peralatan bertenaga listrik tetap efisien dan terawatdengan baik
  7. Pengendalian penerangan, alat pendingin udara secara otomatis,misal dengan alat sensor cahaya.
  8. Pergunakan alat-alat pematul cahaya untuk menggantikan lampu penerangan.
  9. Pergunakan film pelapis kaca atau rayban untuk mengurangi panasmatahari.
  10. Tanamlah tanaman sebanyak mungin di kebun anda untuk mengurangikarbondiosida.
  11. Jangan membakar apa saja, bahkan rokok.
  12. Lengkapi mobil atau motor anda dengan katalisator.
  13. Jika menggunakan kendaraan pompalah ban anda (isi angin) yang cukup, kekurangan angin di kendaraan menyebabkan pemakaian BBM lebih boros.
  14. Jika anda menghentikan kendaraan dalam waktu yang tidak lama,jangan matikan mesin kendaraan anda.
  15. Kurangi bawaan pada kendaraan anda untuk mengurangi beban,bahkan mengeluarkan sebatang pensil dari kendaraanpun akan membantu.
  16. Jangan membuang sesuatu yang dapat di daur ulang, seperti kalengaluminium dan kertas. Simpan dan berikan pemulung untuk dijual kembali.
  17. Meminimalisir penggunaan styrofoam (gabus sintetik) untukbungkus makanan.18. Lihat dan periksa kembali jika anda menggunakan aerosol, cat,AC, apakah mengandung khlorofluorokarbon (CFC).
  18. Jangan beli barang apapun yang langsung dibuang sesudah dipakaisekali, jika ada barang sejenis yang dapat dibeli sebagai investasijangka panjang.
  19. Belilah produk yang anda sukai sehingga produk tersebut tidakperlu diganti sampai benar-benar rusak dan tidak dapat dipakai kembali.
  20. Cobalah untuk tidak memiliki barang yang hanya memiliki nilai estetika saja
  21. Berhati-hati dengan barang plastik yang anda beli karena adabeberapa jenis plastik tidak dapat di daur ulang.
  22. Bawalah tas anda sendiri jika hendak berbelanja yang terbuatdari kain atau kanvas untuk mengurangi produk plastik.
  23. Cegahlah seseorang jika anda melihatnya membuang sampah secara sembarangan.
  24. Jangan sekali-sekali memotong tanaman atau menebang pohon karenatetumbuhan membantu menyelamatkan bumi.
  25. Sirami taman anda dengan air hujan, buat sistem tadah hujan.
  26. Pergunakan air sehemat mungkin untuk mencuci kendaraan danmenyiram kebun anda.
  27. Pisahkan sampah yang dapat di daur ulang dan tidak.
  28. Jangan membuang sampah kedalam saluran air, terusan air, sungaidan laut.
  29. Jangan gunakan bahan kimia terutama bahan detergen dan bahanpembersih yang mengandung phospat.
  30. Pakailah bahan pengganti zat kimia dalam rumah misal jus lemondicampur dengan garam,cuka dan amoniak.
  31. Jangan menggunakan air lebih dari yang anda perlukan.
  32. Apabila mungkin, air di daur ulang.
  33. Jangan menggunakan air untuk membersihkan halaman jika dapatdibersihkan dengan sapu.
  34. Pastikanlah agar keran bekerja dengan baik dan pergunakanpancuran yang mengalir pelan.
  35. Periksa pembilas toilet berada dalam keadaan baik untukmenghindarkan pembilasan yang tidak perlu.
  36. Simpan air bekas dan mesin cuci pakaian untuk mencuci kendaraananda.
  37. Biasakan meminum air dengan tidak menyisakan air dalam gelas.
  38. Jangan melakukan perjalanan, kecuali anda terpaksa melakukannya.
  39. Jangan melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, kecualijika anda memang terpaksa.
  40. Pergunakan kendaraan umum untuk mengurangi kemacetan, karbonmonoksida dan ongkos parkir.
  41. Pergunakan sepeda, jika jarak yang ditempuh relatif dekat.
  42. Pergunakan bahan bakar yang bebas timah (unleaded fuel).
  43. Pergunakan bahan bakar beroktan rendah.
  44. Mengkonversi mesin kendaraan anda untuk memakai gas alam yang dipadatkan.
  45. Merawat mesin dengan teratur.
  46. Pilih kendaraan yang menggunakan bahan bakar paling efisien.
  47. Jika hendak mencetak (nge-print) periksa setting print terlebihdahulu, pergunakan cetak draft untuk menghemat tinta.
  48. Pergunakan dibalik kertas yang telah terpakai untuk kebutuhanintern.
  49. Jangan pergunakan gambar-gambar yang yang tidak dibutuhkan dalamsebuah tulisan, karena gambar membutuhkan tinta yang lebih.
  50. Pilih jenis dan ukuran huruf yang standart.
  51. Jangan mempergunakan pupuk yang mengandung zat kimia ataupenyalahgunaan pestisida.
  52. Pergunakan bahan kimia untuk tanaman herbisida dan fungisidaseefisien mungkin.
  53. Mulailah menanam tanaman dengan teknik hidroponik (ditanam tanpamenggunakan tanah dan hanya memberi gizi secukupnya di dalam air.
  54. Untuk pedagang keliling, jangan menghidupkan alat-alat yangmenimbulkan suara bising, kecuali untuk memberikan demonstrasi kepadakonsumen.
  55. Menghindarkan musik pengiring ditempat-tempat publik.
  56. Jangan mengoperasikan peralatan pada jam-jam puncak istirahat.
  57. Hindari memperdengarkan musik bersuara keras, sehingga mengaburkan bunyi pengumuman yang penting.
  58. Pastikan bahwa peralatan benar-benar kedap suara dan diservisuntuk memperkecil suara bising.
  59. Pakailah alat penutup telinga jika bekerja pada mesin yangbersuara bising.
  60. Pastkan agar produk yag menimbulkan suara mengeluarkan suarasekecil mungkin atau diisolasi.
  61. Gunakanlah alat-alat musik pada tingkat suara yang wajar dantidak memekakkan telinga.
  62. Jangan menempel poster,atribut organisasi atau hal-hal yangberbau promosi di dinding atau tembok di area publik.
  63. Hindari pemasangan tanda penunjuk atau rambu lebih dari satu sehingga orang tidak dibingungan dengan rambu itu.
  64. Pasanglah reklame atau baliho pada tingkat kewajaran.
  65. Jangan bangun pabrik yang menimbulkan pencemaran di daerahpemukiman.
  66. Pastikan adanya prasarana yang memadai untuk pembuangan seluruh limbah.
  67. Meminimalisir tingkat asap beracun dan limbah cair yang rendah.
  68. Cari informasi dari pemerintah mengenai standar pencemaran udara dan air yang dapat diterima.
  69. Pergunakan bahan bakar yang paling sedikit menimbulkan pencemaran.
  70. Pergunakan teknologi pembersih atau anti pencemaran yang adauntuk menjaga agar prosesing pabrik anda menjadi bersih.
  71. Hindarkan pemakaian bahan-bahan beracun, kecuali jika haltersebut sangat diperlukan sekali.
  72. Jangan menanam limbah beracun tanpa nasehat ahli.
  73. Jangan membuang limbah beracun di luar pabrik anda.
  74. Jangan membakar limbah industri di tempat terbuka.
  75. Apapun yang anda lakukan dan apapun yang anda beli, pikirkan apakahanda merusak lingkungan kita? Pesan diatas diambil dari blog:http://learningrevolution.wordpress.com/2008/04/20/save-our-planet-75-cara-menyelamatkan-bumi/

Thursday, April 24, 2008

Omar Sossa Java Jazz

video

Rasanya masih penasaran kalau menjadi penggemar jazz tapi tidak memasang clip jazz ini di blog. Saya ragu-ragu untuk memuatnya takut digugat oleh Java Jazz, namun kerinduan terhadap Jazz bisa menghapus semuanya itu. Selamat menikmati!

Untuk mengenang sahabatku Monalisa Tasiam

Buku Biologi Konservasi dan Caravan di Safari Park



Caravan di Taman Safari dan Diskusi Buku Biologi Konservasi di UI (bawah)


Setelah serius menjadi moderator diskusi buku di UI, Depok (18/4) dalam peluncuran buku Biologi Konservasi, yang dihadiri oleh Emil Salim, Sony Keraf, Damayanti Buchori, Ninok Leksono dan Agus Purnomo. Acara yang dihadiri oleh 200an mahasiswa dan ungangan ini sangat menarik karena mencerahkan. Emil Salim selalu saja tentunya merasa tertang untuk mempertanyakan kepada ahli konservasi, kontribusi yang lebih besar berupa pemberdayaan genetika yang bisa menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi dari hanya sekedar kayu.

Sayangnya, cita-cita untuk memujudkan harga yang mahal--lebih dari sekadar menebang kayu ---misalnya melalui bioprospecting di Indonesia masih belum berjalan. Konservasionis berjalan ditempat berupaya melindungi mati-matian hutan alam, tapi belum mampu menyungguhkan alternative yang lebih berharga dengan mempertahankan hutan, tetapi hasil yang diperoleh’riel’ selain menebang kayu, rotan, resin, dan ekploitasi lainnya, belumlah terwujud. Nampaknya jalan masih panjang untuk memberikan keyakinan bahwa hutan tropis Indonesia mempunyai potensi.
Sejujurnya, yang telah banyak dilakukan memang hanya sebatas penelitian guna memberikan pemahaman pada ilmu-ilmu murni belum pada tahap aplikatif yang memberikan dampak ekonomi substantive bagi masyarakat sekitar. Memang, jika dihitung aka nada jasa ekosistem yang harganya tidak ternilai seperti air, udara, karbon sink dll, namun, studi-studi saja akan tidak memadai untuk memberikan keyakinan pada masyarakat tentang pentingnya memelihara keanekaragaman hayati secara utuh.

Week end kali ini memang harus lebih menyenangkan, Sabtu (19/4), kami mensyukuri nikmat Ilahi, pergi ke gunung, kami sekeluarga menguji coba ‘caravan’ alam yang disediakan oleh Taman Safari. Menikmati udara sejuk memang ternyata harus dibayar mahal, namun akan lebih bermakna lagi kalau ternyata udara yang segar adalah lebih ‘mahal’ dibandingkan udara yang tercemar seperti di Jakarta.

Kami mengambil paket satu malam, tidur di caravan dengan fasilitas yang komplit. Tidak terpikir sebelumnya tempat sekecil itu dibuat sangat efisien untuk keluarga (kami berlima). Sayangnya cuaca sore sangat mendung dan hujan sehingg kicauan burung tidak banyak terdengar. Begitu pula pagi setelah shalat subuh, saya membuka pintu dan menghirup udara segar, tapi kicauan burung di tempat ini sangat minim. Saya kira karena hutan cemara (pinus) tidak banyak menyediakan pakan bagi burung untuk survive, sehingga celoteh spesies ini nyaris tak terdengar. Barangkali perlu ditanam pohon-pohon pionir yang disukai burung misalnya pohon salam dan fikus yang buahnya selalu menjadi idaman setiap burung terbang.***

Tuesday, April 15, 2008

Globalisasi, Lingkungan dan Kemiskinan


Jogja memang selalu antusias dan haus dengan informasi dan perkembangan. Dinamika pendidikan di tanah Sri Sultan Mataram ini memang selalu menginginkan up date. Kesan itulah yang saja jumpai dalam rangkaian kunjungan ke Jogja, tanggal 11 hingga 13 Januari. Hari pertama (11/4), Jaringan Mahasiswa Muslim Kehutanan (JMKKI) mengundang untuk mengadakan diskusi dengan topik: kearifan lingkungan dalam persfektif agama, budaya dan ilmu. Pembicara lain adalah Ustadz H. Nasruddin Ansory CH, dari Pesan- Trend (memang begitu tulisannya...) Iman Giri (lihat disini>>>), Yogjakarta, sebuah yang menceritakan tentang perkampungan yang tadinya kering kerontang kemudian tergerak—setelah beliau mewakafkan diri—di kawasan tersebut dan mejadi teman banyak masyarakat untuk melestarikan desa dan menhijaukan 165 ha hutan santri, dan pemberdayaan pertanian. (Kesan tentang pekerjaan Ustadz Nasurddin)

Kegiatan lain yang dilakukan di Jogja adalah Diskusi Buku Menanam Sebelum Kiamat: yang tampaknya mulai mendapatkan sambutan dan pemahaman mendalam dari berbagai pihak yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kearifan lingkungan dalam Islam.
Diskusi bertempat di MP Book Point Jogjakarta, walaupun tidak banyak yang hadir, namun diskusi sangat menarik dilakukan dalam mensosialisasikan buku dan pengalaman.
Dialog menarik dilakukan dibawah Gunung Merapi (12-13/4), di sebuah wisma yang sejuk selama dua hari. Dialog ini mengambil tema: Globalisasi, Kemiskinan dan Lingkungan Hidup: Peluang agama-agama. Diskusi ini dihadiri oleh tokoh-tokoh agamawan dari berbagai kalangan, termasuk organisasi Islam ‘garis keras’ seperti Majlis Mujahidin, Hijbut Tahrir, Sabili, dll, juga ada dari Kalangan Pesantren, aktifis NGO, akademisi, tokoh agama Budha, Hindu, Katholik dan Protestan.

Lingkungan dan kemiskinan memang merupakan ‘common enemy’ yang tidak memilih keyakinan. Oleh karena itu dialog ini sangat bermanfaat dalam membicarakan musuh bersama tinimbang melihat perbedaan—yang sudah pasti berbeda. Sangat mengesankan, ketika kita duduk dan berdialog dengan rukun tanpa memandang lagi parbedaan, walaupun perdebatan masih mengemuka tetapi tetap dalam frame kepala yang dingin dan penuh citra saling menghargai. Tarima kasih pada ICRS dan CRCS UGM yang memfasilitasi acara ini. Tabik!