Showing posts with label Islamic Environmentalism. Show all posts
Showing posts with label Islamic Environmentalism. Show all posts

Thursday, March 06, 2014

Greening the Hajj Conference, Putra Jaya Kuala Lumpur 20-21 Februari 2014

Ini merupakan konferensi pertama tentang upaya-upaya melibatkan jamaah haji yang juga perlu sadar lingkungan. Ada 230 ribu jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan setiap tahun ke tanah suci Makkah, jumlah ini adalah meliputi hampir 10 persen jumlah jamaah haji dunia. Tentunya upaya menjaga kesucian al Haramain yang dicintai oleh 1.6 miliar umat Islam di dunia perlu dilakukan. Selain itu, planet bumi, tempat semua makhluk melakukan ibadah tentunya tidak boleh mengalami degradasi terus menerus, apalagi kebangkrutan. SELANJUTNYA >>>>

Saturday, July 20, 2013

Dibalik Layar Inspirasi Ramadhan Metro TV: Islam dan Lingkungan Hidup

Ramadhan memang penuh hikmah dan berkah...
Tiga hari setelah Ramadhan tiba, saya mendapat telpon dari Produser Inspirasi Ramadhan Metro TV yang meminta saya untuk mengisi rekaman acara.
"Kan Bapak, penulis buku Konservasi Alam dalam Islam, kami minta pemaparan soal lingkungan dan Islam." ujar suara wanita disebrang sana.

SELANJUTNYA>>>

Monday, July 08, 2013

Muzakarah Kesedaran Alam Sekitar di IKIM Malaysia

Institute kesefahaman Islam Malaysia (IKIM), mengundang saya untuk memaparkan tentang : Kurikulum Agama dalam Pendidikan dan Kesedaran Alam Sekitar: Pengalaman Indonesia, judul ini saya paparkan dalam “Kertas Kerja disampaikan pada  Muzakarah Pakar “Komuniti Islam Dalam Pendidikan dan Kesedaran Alam Sekitar” 2 Juli, 2013.  Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM), Malaysia. Perhatian ini  sekarang menjadi kajian dan daya tarik di Malaysia, karena mereka merasa masih harus menggiatkan keterlibatan masyarakat dengan melalui pendekatan agama Islam terutama di kampung pedesaan dan penanganan lingkungan. >>>

Thursday, December 06, 2012

Mengurai Pemahaman tentang Hima dan Masa Depannya

Sekitar 20 orang peserta dari berbagai negara, mengikuti Workshop yang diadakan oleh Kuwait Institue in Research (KISR), dari tanggal 2-5 Desember. Saya sendiri mempresentasikan pengalaman Indonesia terutama terkait dengan upanya penyadaran konservasi bersama dengan pemuka agama (Islam) dan pemimpin lokal (tokoh ulama setempat) dan orang yang dihormati di tingkat komunitas. Presentasi saya berjudul “Synergized Conservation Effort through the Spirit of Hima and Islamic Culture in Indonesia”upaya mensinergikan pemahaman agama untuk melindungi alam dan lingkungan. Selanjutnya>>>

Friday, October 26, 2012

Faith matters in climate change

The Green Bible is a 2008 edition of the Christian holy book, published by HarperCollins. There are more than 1,000 references to the Earth in the Bible, and this 2008 copy is printed on recycled paper using soy-based ink.

Likewise, Islam’s Koran also contains numerous surahs (chapters) that both enlighten and command Muslims to use and not abuse the natural bounty the Earth provides. “Do not commit abuse on the Earth, spreading corruption.” (Al-Ankabut 29:36) is just one example. >>>>>

Monday, April 23, 2012

Promosi untuk Disertasi Ekopesantren

Disertasi Ekopesantren berhasil dipertahankan.

Tentu sudah banyak disertasi tentang pesantren, namun tidak banyak membahas pesantren dan lingkungan. Untuk desain dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, ini adalah baru pertama kali. Dan niatnya adalah membawa pesantren sebagai institusi Islam menjadi ramah lingkungan dengan pendekatan ilmiah dan alamiah berbasis budaya pesantren itu sendiri.
Dari kiri: fadila maula hafsah, fachruddin,
ayahanda muhamad majeri dan ibunda.
Disertasi ini adalah doktor ke 264 di Institute Pertanian Bogor (IPB).

Baca Selanjutnya

Link Terkait:
KOMPAS:  Agama Pengaruhi Perubahan Perilaku Lingkungan
Pesan Wakil Menteri Agama Professor Nasaruddin Umar:
Penguji Disertasi Ekopesantren


 

Friday, April 06, 2012

Islam Peduli Satwa Dibuat oleh Pesantren

Organisasi pembela satwa, makhluk Allah swt, mengingatkan umat Islam supaya peduli terhadap satwa yang kita hari bertambah menderita bahkan punah. Ornanisasi ini memulai dengan mengajak Pesantren dan Ulama Pesantren untuk menelaah bersama kitab klasik Islam secara komprehensip. Hasilnya:  "Ada banyak kisah nabi dan surat di Al-Quran yang menyimpulkan bahwa Islam juga mengajarkan kasih sayang terhadap satwa." menurut Pro Fauna dalam situs PROFAUNA
BACA SELANJUTNYA

Friday, March 30, 2012

The Globalization of Eco Islam

Eco Islam is a word that has emerged in response the environmental crisis. The movement seems to be moving from local to global action helped by some key actors in the Muslim world who try to define and respond to religion which is at the root of the heart and mind.  The "green take" of this movement is virtually a return back to the human perspective to appreciate nature and natural capital as a basic need in accordance with Islamic guidance on human nature: Fitrah.
LEARN MORE >>>>>

Wednesday, March 14, 2012

Green Islam in Indonesia

Beberapa waktu yang lalu teman saya Professor Anna M Gade, Guru Besar di University of Wisconsin at Madison, USA, membuat rekaman kegiatan terkait aktifitas di beberapa pesantren lingkungan (ekopesantren) baik di Jawa Barat maupun Jawa Tengah.


"Islamic Ecology and Global Cooperation" (Indonesian and English) from Green Islam in Indonesia on Vimeo.
Menurutnya, beliau merekam 32 seri "Islam Hijau di Indonesia" yang membawa aroma positif kegiatan Islam dan lingkungan yang berasal dari tokoh-tokoh pesantren di tingkat akar rumput. Perbincangan saat video ini diluncukan juga sangat menarik ditayangkan oleh National Public Radio (NPR) di Wisconsin, USA.

Selanjutnya >>>>

Sunday, November 06, 2011

St. Francesco Assisi yang Ekologis

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, saya menulis essai mengutip keteladanan St Franciscus Assisi (1182-1226) yang sangat perduli pada makhluk selain manusia termasuk burung, rubah, tupai dan binatang yang turun kehadapannya untuk mendengarkan khutbah dan petuahnya. Saya juga mempelajari dokumen Assisi Declaration, yang diumumkan 25 tahun yang lalu oleh HRH Prince Philips bersama tokoh tokoh agama besar dunia: Budha, Baha'i, Hindu, Kristen, Islam, Jainism, Sikhism dan Yahudi berkumpul dan mendeklarasikan kearifan ekologis--- menurut keyakinan masing-masing--- yang sekarang menjadi satu satunya dokumen penting aliansi konservasi dan agama.

Basilica St Franseco Assisi

Tahun ini, saya bersyukur di undang ketempat ini: Assisi Italia. Ternyata merupakan salah satu warisan dunia yang diakui oleh UNESCO. Tempat ini memang ajaib, kalau tidak bisa dikatakan tempat yang mengagumkan, berada di puncak gunung berbatu granit dibangun oleh sebuah komunitas agama (communion) Katholik yang taat. Saya bisa membayangkan betapa tekun dan gigihnya tempat ini dibangun. Tempat sepanjang lebih kurang 5 kilometer merupakan komunitas yang tidak terpisah dengan gereja (basilika) dan menjadi satu dengan alam.

Pohon zaytun dan anggur tumbuh subur. Bangunan disusun dari batu pualam yang bisa bertahan ribuan tahun.

Lagi-lagi saya satu-satunya orang Indonesia dan menjadi makhluk eksotis ditengah warga Italia dan berbagai bangsa dunia yang lain. Tentu saya tidak bisa kesini tanpa undangan dari Alliance of Religion and Conservation (ARC).

Kegiatan yang diadakan merupakan peluncuran jaringan kota-kota tempat ziarah (green pilgrimage network) termasuk didalamnya diluncurkan juga pembuatan Green Hajj booklet yang ditujukan untuk para jamaah haji agar haji mereka selain mambur juga dapat berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan. Saya berkontribusi dalam pembuatan buku Green Hajj ini dan juga akan menterjemahkannya kedalam bahasa Indonesia.

Event ini diikuti oleh sekitar 150 delegasi dari berbagai sekte dan agama agama di dunia yang mempunyai kegiatan terkait dengan lingkungan hidup dan aksi tindak untuk mencegah perubahan iklim. Eco Sikh, misalnya memberikan bibit pohon kepada setiap pengunjung Golden Temple di India, untuk kemudian pohon tersebut dibawa kerumah dan ditanam di rumah masing-masing. Candi mereka juga beralih pada energi yang terbarukan, menghemat air dan aksi ramah lingkungan lainnya.

FOTO: Lihat foto-foto acara prosesi pembukaan serta green pilgrimage network

Di negara maju seperti Denmark, gereja mempunyai target mereduksi emisi mereka menjadi 20 persen. Selain menghemat uang umat juga menjaga pelestarian lingkungan. Sama halnya dengan inisiatif tentang Green Masjid yang berupaya menghemat pemakaian energi dan air. Sedangkan Candi Shinto di Jepang, mendaur ulang pemakaian bahan kayu untuk mencegah pembalakan dan penebangan hutan alam. "Pada umumnya Kuil Shinto sudah sangat hijau, sehingga kami tidak perlu lagi menamakannya Green Shinto Srhine," kata Katsu Iwayashi dari Jinja Honco, Jepang. Kesadaran bangsa Jepang terhadap kehidupan beragama semakin meningkat setelah ada bencana tsunami. Dan saya baru tahu agama Shinto mempunyai 8 juta tuhan. "Banyak sekali..." kata teman saya Omar Faruk, pendiri Eco Muslim, sambil bercanda.

Pokoknya, acara ini sangat bersejarah dan sangat mengesankan.

Lihat juga:

Wednesday, April 19, 2006

My Profile



Fachruddin M Mangunjaya
fmangunjaya@yahoo.com





Environmentalist and Independent consultant.Lecturer at Universitas Nasional, Fellow The Climate Project Presenter. Graduated with a bachelor’s degree from the Faculty of Biology at the National University (UNAS) in Jakarta, and master degree in conservation biology at the University of Indonesia, and PhDfrom Post Graduate Program Environmental Management and Natural Resouces (PSL), Bogor Agricultural University. He is very interested in bringing religion to bear to help conservation goals. One leading eco-activist in the Muslim world and elected as one of four Muslim Eco-Warrior. A member of the Forum on Religion and Ecology and International Society for the Study of Religion Nature and Culture (ISSRNC), environmental journalist and columnist. Treasurer Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin). Adisory and Founder of Borneo Lestari Foundation, Central Kalimantan. He also serves as executive editor of Conservation International Indonesia’s TROPIKA Indonesia Magazine. Editor and Author of several books: Konservasi Alam Dalam Islam -Nature Conservation in Islam (YOI, 2005), Hidup Harmonis Dengan Alam (Living Harmoniously with Nature), -YOI 2006, Menanam Sebelum Kiamat (co Editor), -(YOI 2007), Editor Fiqh al Biah (Fikih Lingkungan), (INFORM 2005) Bertahan Di Bumi: Gaya Hidup Menghadapi Perubahan Iklim (YOI 2008) and several children books: Keluarga Gajah, Orangutan Pesta Buah Durian dan Kancil Millenium. Khazanah Alam: Menggali Tradisi Islam untuk Konservasi (YOI 2009), Islam Peduli Lingkungan, Suplemen Modul untuk SMK/SMK/Aliyah, ditulis bersama Agus Rahmah, Asep Hilman Yahya dan M Abdullah Darrasz (Ed)(Ma'arif Institute Jakarta). He has authored more than 200 articles for popular science on environment and conservation in the national Indonesia media.


Media coverage:
Features, Cerita Perjalanan:

PROJECT:


LECTURES:


PUBLICATIONS:

  • Books
  • Journal
  • Popular articles
  • Paper
  • Presentation  check here
VIDEO CHANNEL