Tuesday, January 01, 2008

Foto-foto Peluncuran Buku Menanam Sebelum Kiamat

Rekan-rekan wartawan menerima buku dari Editor SMK
Berita di Koran Borneo News

Peluncuran Buku Menanam Sebelum Kiamat (MSK)

Yang Amat Berhormat Jamaluddin Karim, SH. Anggota DPR RI menerima hadiah buku dari
editor: Fachruddin Mangunjaya (kanan), disaksikan oleh Wakil Bupati Kobar, IR Sukirman,
dalam peluncuran buku Menanam Sebelum Kiamat (MSK).

Buku ini diluncurkan di kampung halaman saya di Kumai, Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, 21 Ramadhan 1428 H (Oktober 2007), dengan niat bahwa buku ini akan diterima masyarakat yang dimulai dari tingkat akar rumput. Biasanya sebuah buku diluncurkan dengan diskusi ilmiah yang hingar bingar. Karena buku adalah buku kearifan Islam tentang lingkungan, tentu saja bulan Ramadhan merupakan momentum, selain silaturahim juga kegiatan yang akan menjadi manfaat serta menambah amaliah.
Buku setebal lebih dari 309+xxxiii halaman ini merupakan buku lingkungan Islam yang ditulis oleh 15 pakar Islam dan lingkungan, diantaranya SH Nasr, Sayyed Mohsen Miri, Ahmad Sudirman Abbas, Othman Llewellyn, KH An’Im Falahuddin Mahrus, KH Husein Muhammad, Husain Heriyanto dan lain-lain. Buku ini juga ingin melengkapi tulisan saya sebelumnya “Konservasi Alam Dalam Islam” dan khasanah Islam dan lingkungan yang lebih komplit.
Tidak lain niatnya adalah: mengerjakan sesuatu harus dimulai dengan sains, atau ilmu pengetahuan, seperti halnya mempelajari shalat yang harus mengetahui rukun-rukun dan bacaannya, puasa yang harus memahami makna dan beribadah untuk lingkungan dan konservasi harus mengetahui pula filosofi serta ayat-ayatnya. Orang mungkin mengira melestarikan lingkungan bukan merupakan bagian dari sebuah ibadah. Melestarikan lingkungan dan melestarikan alam adalah ibadah! Buku ini memberikan hujjah untuk pemahaman itu. Islam menganjurkan agar manusia tidak membuat kerusakan di muka bumi. Berbuat baik kepada semua makhluk dan semua makhluk ternyata bertasbih kepada Allah.
Jadi jelaslah sudah bagi seorang muslim, merupakan suatu keberuntungan jika dia bisa ikut melestarikan lingkungan, melindungi makhluk makhluk Allah, memberikan kontribusi menjaga ciptaanNya dengan niat yang ikhlas, bahwa sumbangannya itu adalah untuk kemanusiaan, untuk alam dan untuk sang pencipta. Berbahagia pula orang yang mempunyai keimanan dalam memperlakukan lingkungan: berbagi keramahan, tidak sombong dan congkak ketika harus menanda tangani kontrak karya untuk menambang bumi (ciptaan Gusti Allah), menanda tangani HPH dan Bismillah menebang kayu (yang tidak pernah ditanam oleh tangannya).
Buku ini, kalaupun ada kelebihannya, memang akan memberikan pencerahan bahwa dunia Islam dan muslim (pada umumnya) adalah orang yang banyak melupakan khasanah alam dan lingkungan sekelilingnya. Bukti-bukti konkrit kearifan lingkungan zaman Rasulullah diuraikan secara komprehensip oleh Othman, andaikan saja konsep itu masih diindahkan, maka pencemaran dan kekeringan sungai tidak akan terjadi. Demikian pula kepunahan makhluk hidup dapat dicegah.

By the way, terima kasih kepada Abang Jamaludin Karim, SH, anggota DPR RI Komisi VII yang bersedia hadir datang dalam peluncuran buku, Sukirman, Wakil Bupati Kotawaringin Barat, para anggota DPRD Kobar, tokoh masyarakat di Kumai, teman-teman dari Borneo Lestari Foundation (BSF): Bang Meda, Komar, Raihan, Imansyah, Jamat, Bang Esol, Dodi, dll yang menyumbang untuk peresmian BSF termasuk pak Bupati Ujang Iskandar yang baik.
Tabik!
Berita Peluncuran: