Thursday, March 06, 2014

Greening the Hajj Conference, Putra Jaya Kuala Lumpur 20-21 Februari 2014

Ini merupakan konferensi pertama tentang upaya-upaya melibatkan jamaah haji yang juga perlu sadar lingkungan. Ada 230 ribu jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan setiap tahun ke tanah suci Makkah, jumlah ini adalah meliputi hampir 10 persen jumlah jamaah haji dunia. Tentunya upaya menjaga kesucian al Haramain yang dicintai oleh 1.6 miliar umat Islam di dunia perlu dilakukan. Selain itu, planet bumi, tempat semua makhluk melakukan ibadah tentunya tidak boleh mengalami degradasi terus menerus, apalagi kebangkrutan. SELANJUTNYA >>>>

Friday, November 29, 2013

Melalui Pesan Agama, Penyadaran Konservasi Air dan Lingkungan Lebih Efektif

Hasil penelitian yang berhasil diterbitkan di Jurnal Oryx di Inggris pada pertengahan November ini menunjukkan bahwa perhatian yang lebih besar harus diberikan untuk meningkatkan kesadaran tentang hubungan antara Islam d
an konservasi.>>>>

Wednesday, October 23, 2013

Menjadikan Jamaah Haji Indonesia Ramah Lingkungan

Kalangan umat beragama pun dapat berkontribusi untuk menyumbangkanvlangkah nyata untuk bersama-sama berjuang memperlambat laju pemanasan global dan perubahan iklim, salah satu caranya dengan menjadikan haji ramah lingkungan.
SELANJUTNYA>>>

Monday, September 02, 2013

Kunjungan MUI ke Tesso Nilo dan Rimbang Baling

Perjalanan ke Riau dengan membawa tim Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), 30 Agustus -1 September 2013, dalam rangka kunjungan lapangan, membawa makna tersendiri. Terlebih ini merupakan kunjungan pertama kali bagi masing-masing individu tim fatwa MUI. Adapun tim Fatwa ini yang ikut serta adalah: Dr. Ma’rifat Iman, Prof Nahar Nachrowi, KH Nasir Zubaidi, Prof Amany Lubis dan Dr Hayu Prabowo (Ketua Pusat Pemuliaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam, MUI). Ini merupakan proses tabayyun (verifikasi) bagi tim fatwa tentang satwa dan habitatnya. SELANJUTNYA

Saturday, July 20, 2013

Dibalik Layar Inspirasi Ramadhan Metro TV: Islam dan Lingkungan Hidup

Ramadhan memang penuh hikmah dan berkah...
Tiga hari setelah Ramadhan tiba, saya mendapat telpon dari Produser Inspirasi Ramadhan Metro TV yang meminta saya untuk mengisi rekaman acara.
"Kan Bapak, penulis buku Konservasi Alam dalam Islam, kami minta pemaparan soal lingkungan dan Islam." ujar suara wanita disebrang sana.

SELANJUTNYA>>>

Monday, July 08, 2013

Muzakarah Kesedaran Alam Sekitar di IKIM Malaysia

Institute kesefahaman Islam Malaysia (IKIM), mengundang saya untuk memaparkan tentang : Kurikulum Agama dalam Pendidikan dan Kesedaran Alam Sekitar: Pengalaman Indonesia, judul ini saya paparkan dalam “Kertas Kerja disampaikan pada  Muzakarah Pakar “Komuniti Islam Dalam Pendidikan dan Kesedaran Alam Sekitar” 2 Juli, 2013.  Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM), Malaysia. Perhatian ini  sekarang menjadi kajian dan daya tarik di Malaysia, karena mereka merasa masih harus menggiatkan keterlibatan masyarakat dengan melalui pendekatan agama Islam terutama di kampung pedesaan dan penanganan lingkungan. >>>

Selamatkan Harimau Sumatera Melalui Kearifan Islam

 “Ulama diminta berperan dalam pelestarian harimau sumatra.”

Menyadari pentingnya eksistensi Harimau Sumatera yang terancam punah, berbagai upaya strategis untuk menyelamatkan sub spesies terakhir ini terus digalakkan. Kali ini, upaya pelestarian dengan menggugah kesadaran dan partisipasi masyarakat dilakukan melalui pendekatan agama (khususnya Islam). SELANJUTNYA>>>

Friday, June 07, 2013

Mengapa Taman Nasional Perlu Diselamatkan?

Akhirnya Kementerian Kehutanan gencar membongkar vila –vila yang berdiri illegal di Taman Nasional Gunung Halimun dan Salak (Koran Tempo, 12 Maret 2013).  Adapun pemilik vila, yang terdiri dari para pembesar dan orang yang mampu di Jakarta. Mereka, terlebih dahulu diminta kesadaran untuk membongkar sendiri vila tersebut. Kalau tidak, dapat diancam hukuman penjara 10 tahun karena melanggar undang-undang Kehutanan No 41 Tahun 1999 dan undang undang  No 5/1990, tentang Konservasi dan Sumber Daya  Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Baca selanjutnya >>>

Sunday, May 12, 2013

Islam, Konservasi dan Budaya Minangkabau

Inilah sebuah laporan yang cukup obsesif dirancang pada mula dengan cita-cita ingin memperoleh gambaran interaksi Islam, adat dan pemanfaatan sumber daya alam di Sumatra Barat. Buku ini diterbitkan memuat beberapa hasil penelitian serta intervensi proyek yang dilakukan di Sumatra. Jangka penulisan buku ini memang tertunda selama lebih dari 1 tahun. Namun akhirnya terbit juga dengan judul:
 "Integrating religion within conservation: Islamic beliefs and Sumatran forest management"
pembahasan dalam buku ini merupakan merupakan uji antara teori, intervensi praktis gerakan lingkungan dan studi tentang budaya Minangkabau sendiri dengan sandi adat dan religiousitas yang kuat.
SELANJUTNYA >>>

Thursday, December 06, 2012

Mengurai Pemahaman tentang Hima dan Masa Depannya

Sekitar 20 orang peserta dari berbagai negara, mengikuti Workshop yang diadakan oleh Kuwait Institue in Research (KISR), dari tanggal 2-5 Desember. Saya sendiri mempresentasikan pengalaman Indonesia terutama terkait dengan upanya penyadaran konservasi bersama dengan pemuka agama (Islam) dan pemimpin lokal (tokoh ulama setempat) dan orang yang dihormati di tingkat komunitas. Presentasi saya berjudul “Synergized Conservation Effort through the Spirit of Hima and Islamic Culture in Indonesia”upaya mensinergikan pemahaman agama untuk melindungi alam dan lingkungan. Selanjutnya>>>

Thursday, November 15, 2012

Kampanye Perubahan Iklim: The Climate Reality 24 Hour

Kampanye besar dilakukan untuk melakukan perubahan perilaku dalam menghadapi perubahan iklim oleh The Climate Reality Project yang dipimpin oleh Al Gore. Kamis (15/11) atau Rabu Waktu Amerika, dimulai kampanye 24 jam selama sehari penuh atau dua hari dengan dua paruh waktu di permukaan bumi untuk melakukan penyadaran terhadap perubahan iklim.>>>SELANJUTNYA

Friday, October 26, 2012

Faith matters in climate change

The Green Bible is a 2008 edition of the Christian holy book, published by HarperCollins. There are more than 1,000 references to the Earth in the Bible, and this 2008 copy is printed on recycled paper using soy-based ink.

Likewise, Islam’s Koran also contains numerous surahs (chapters) that both enlighten and command Muslims to use and not abuse the natural bounty the Earth provides. “Do not commit abuse on the Earth, spreading corruption.” (Al-Ankabut 29:36) is just one example. >>>>>

Islam and Ecology: Theology, Law and Practice of Muslim Environmentalism

Awal Oktober ini terbit pembahasan khusus tentang Muslim Environmentalism atau gerakan lingkungan di kalangan Muslim dalam  WORLDVIEW sebuah jurnal yang sangat berpengaruh tentang agama global,  ekologi dan budaya (global religions, cultures and ecology). Jurnal menjadi special issue Islam and Ecology: SELANJUTNYA>>>

Wednesday, October 03, 2012

World Muslim Leadership and Sustainable Development

World Muslim Leadership Forum (WMLF) mengadakan pertemuan kedua dengan tema World Muslim Leadership Forum on Youth Leadership yang terkait dengan Pemuda dan Pembangunan Berkelanjutan (Youth and Sustainable Development). Selanjutnya >>>>

Saturday, September 08, 2012

MUI dan Pemuliaan Lingkungan Hidup

Sejak bulan September tahun 2010, Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuat sebuah lembaga khusus dalam menangani soal lingkungan.
Lembaga ini mempunyai dua tujuan seperti tertuang dalam Visi dan Misinya:Pertama, secara visi:  mengembalikan kepada ajaran Islam dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pemanfaatan sumber daya alam melalui pembinaan umat Islam yang berkualitas tinggi (khaira Ummah) dan berakhlak mulia (akhlakul karimah) sehingga terciptanya kondisi kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan yang baik, serta memperoleh ridlo dan ampunan Allah SWT (baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur). Selanjutnya >>>>


.

Friday, June 15, 2012

Berkontribusi terhadap Perubahan Iklim: Cara Haji Ramah Lingkungan Diseminarkan

Upaya mitigasi atau pengurangan atas dampak perubahan iklim harus melibatkan semua sektor sebagai suatu gerakan yang kompak, agar hasil yang dicapai untuk mengubah perilaku manusia terhadap konsumsi sumber daya alam dan implementasi gaya hidup lebih “hijau” dapat terwujud. Untuk itulah, kalangan umat beragama dapat berkontribusi untuk menyumbangkan langkah nyata, diantaranya adalah pembuatan Buku Petunjuk “Haji Ramah Lingkungan”.
Selanjutnya>>>>


Berita Terkait: 

Monday, April 23, 2012

Promosi untuk Disertasi Ekopesantren

Disertasi Ekopesantren berhasil dipertahankan.

Tentu sudah banyak disertasi tentang pesantren, namun tidak banyak membahas pesantren dan lingkungan. Untuk desain dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, ini adalah baru pertama kali. Dan niatnya adalah membawa pesantren sebagai institusi Islam menjadi ramah lingkungan dengan pendekatan ilmiah dan alamiah berbasis budaya pesantren itu sendiri.
Dari kiri: fadila maula hafsah, fachruddin,
ayahanda muhamad majeri dan ibunda.
Disertasi ini adalah doktor ke 264 di Institute Pertanian Bogor (IPB).

Baca Selanjutnya

Link Terkait:
KOMPAS:  Agama Pengaruhi Perubahan Perilaku Lingkungan
Pesan Wakil Menteri Agama Professor Nasaruddin Umar:
Penguji Disertasi Ekopesantren


 

Friday, April 06, 2012

Islam Peduli Satwa Dibuat oleh Pesantren

Organisasi pembela satwa, makhluk Allah swt, mengingatkan umat Islam supaya peduli terhadap satwa yang kita hari bertambah menderita bahkan punah. Ornanisasi ini memulai dengan mengajak Pesantren dan Ulama Pesantren untuk menelaah bersama kitab klasik Islam secara komprehensip. Hasilnya:  "Ada banyak kisah nabi dan surat di Al-Quran yang menyimpulkan bahwa Islam juga mengajarkan kasih sayang terhadap satwa." menurut Pro Fauna dalam situs PROFAUNA
BACA SELANJUTNYA

Thursday, April 05, 2012

"Green Pesantren" Al Ittifaq Ciwidey Bandung



Al Ittifaq merupakan salah satu pesantren penerima Penghargaan Kalpataru dan dapat menjadi model eco-pesanten. Pondok Pesantren Al Itifaq Ciwidey menerima Kalpataru 2003. dipimpin oleh KH Fuad Affandi, melakukan pemberdayaan pertanian organik, pemanfaatan lahan secara efektif dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitarnya. 
BACA SELANJUTNYA

Friday, March 30, 2012

The Globalization of Eco Islam

Eco Islam is a word that has emerged in response the environmental crisis. The movement seems to be moving from local to global action helped by some key actors in the Muslim world who try to define and respond to religion which is at the root of the heart and mind.  The "green take" of this movement is virtually a return back to the human perspective to appreciate nature and natural capital as a basic need in accordance with Islamic guidance on human nature: Fitrah.
LEARN MORE >>>>>